Beranda » Artikel » Perlindungan Data Pribadi

Perlindungan Data Pribadi

T Diposting oleh pada 20 August 2019
F Kategori
b Belum ada komentar
@ Dilihat 10 kali

Pentingnya Perlindungan Data Pribadi

Di Era digital dewasa ini keberadaan data pribadi merupakan suatu item penting di era teknologi informasi dewasa ini. Mungkin diantara kita mempunyai data-data penting yang perlu dilindungi untuk kepentingan tertentu sehingga terdapat banyak upaya-upaya yang telah dilakukan, diantaranya adalah dengan back up datamelalui hardisk atau perangkat keras penyimpanan lainnya, juga di back up melalui cloud seperti di google drive atau melalui email. Namun itu saja tidak cukup, karena setiap orang mempunyai lisensi yang spesifik dan orang lain tidak bisa semena-mena mengakses data pribadinya untuk kepentingan orang lain atau untuk penyalahgunaan informasi. 

Pemilik Data Pribadi adalah individu yang padanya melekat Data Perseorangan Tertentu. Setiap Penyelenggara Sistem Elektronik harus mempunyai aturan internal perlindungan Data Pribadi untuk melaksanakan proses. Setiap Penyelenggara Sistem Elektronik harus menyusun aturan internal perlindungan Data Pribadi sebagai bentuk tindakan pencegahan untuk menghindari terjadinya kegagalan dalam perlindungan Data Pribadi yang dikelolanya.

Perusahaan startup yang menggunakan modal ventura seperti Gojek, Grab, google dengan beragam aplikasi yang ditawarkannya tidak hanya menyediakan layanan bagi pengguna/ pelanggan mereka. Namun, mereka juga mengumpulkan data pribadi penggunanya untuk keperluan tertentu seperti promosi atau informasi-informasi penting lainnya yang diperlukan oleh pelanggan/ customer. Pengumpulan besar-besaran set data yang bisa dicari, dikumpulkan, dan direferensi silang ini dinamakan Big Data. Tidak hanya perusahaan, tetapi individu dan pemerintahan juga bisa mengumpulkan data pribadi warganya.

Era Big Data dan Permasalahannya

Perlu adanya UU perlindungan data pribadi di Era Big Data

 

Big Data adalah istilah yang menggambarkan volume data yang besar, baik data yang terstruktur maupun data yang tidak terstruktur. Big Data telah digunakan dalam banyak bisnis. Tidak hanya besar data yang menjadi poin utama tetapi apa yang harus dilakukan organisasi dengan data tersebut. Akademisi hukum Yvonne McDermott berpendapat bahwa di era Big Data ada empat nilai kunci (penting) yang harus ditegakkan: privasi, otonomi, transparansi, dan non diskriminasi. 

Apa itu Big Data

Anda tahu apa itu Big data? Topik Big Data akhir-akhir ini ternyata telah menjadi tren pembicaraan paling hangat.

Big data adalah istilah yang menggambarkan volume data yang besar, baik data yang terstruktur maupun data yang tidak terstruktur. Big Data telah digunakan dalam banyak kegiatan bisnis. Tidak hanya besar data yang menjadi poin utama tetapi apa yang harus dilakukan organisasi dengan data tersebut. Big Data dapat dianalisis untuk wawasan yang mengarah pada pengambilan keputusan dan strategi bisnis yang lebih baik. 

Sejarah Big Data
Istilah Big Data masih terbilang baru dan sering disebut sebagai tindakan pengumpulan dan penyimpanan informasi yang besar untuk analisis. Fenomena Big Data, dimulai pada tahun 2000-an ketika seorang analis industri Doug Laney menyampaikan konsep Big Data yang terdiri dari tiga bagian penting, diantaranya:
1. Volume
Organisasi mengumpulkan data dari berbagai sumber, termasuk transaksi bisnis, media sosial dan informasi dari sensor atau mesin. Di masa lalu, aktivitas semacam ini menjadi masalah, namun dengan adanya teknologi baru (seperti Hadoop) bisa meredakan masalah ini.
2. Kecepatan
Aliran data harus ditangani dengan secara cepat dan tepat bisa melalui hardware maupun software. Teknologi hardware seperti tag RFID, sensor pintar lainnya juga dibutuhkan untuk menangani data yang real-time.
3. Variasi
Data yang dikumpulkan mempunyai format yang berbeda-beda. Mulai dari yang terstruktur, data numerik dalam database tradisional, data dokumen terstruktur teks, email, video, audio, transaksi keuangan dan lain-lain.
Selain tiga bagian penting tersebut, para peneliti Big Data juga menambah bagian yang termasuk penting lainnya seperti variabilitas dan kompleksitas.
Variabilitas
Selain kecepatan pengumpulan data yang meningkat dan variasi data yang semakin beraneka ragam, arus data kadang tidak konsisten dalam periode tertentu. Salah satu contohnya adalah hal yang sedang tren di media sosial. Periodenya bisa harian, musiman, dipicu peristiwa dadakan dan lain-lain. Beban puncak data dapat menantang untuk analis Big Data, bahkan dengan data yang tidak terstruktur.
Kompleksitas
Hari ini, data berasal dari berbagai sumber sehingga cukup sulit untuk menghubungkan, mencocokan, membersihkan dan mengubah data di seluruh sistem. Namun, Big Data sangat dibutuhkan untuk memiliki korelasi antar data, hierarki dan beberapa keterkaitan data lainnya atau data yang acak.

Undang-undang Perlindungan data Pribadi

Seiring dengan perkembangan teknologi big data, mencuat kebutuhan lain untuk masalah perlindungan data pribadi. Pemerintah saat ini tengah menggodok Undang-undang Perlindungan Data Pribadi yang ditargetkan bakal rampung sebelum bulan Oktober 2019 mendatang. Undang-undang yang saat ini masih berupa RUU (Rancangan Undang-undang) ini diharapkan dapat melindungi dan meminimalisir penyalahgunaan data pribadi pengguna internet. Meski dirancang sebagai bentuk perlindungan, Google meminta pemerintah agar Undang-undang tersebut tidak memberatkan perusahaan-perusahaan rintisan ( startup). 

Belum ada Komentar untuk Perlindungan Data Pribadi

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

a Artikel Terkait Perlindungan Data Pribadi

+ SIDEBAR

Ada Pertanyaan? Silahkan hubungi customer service kami untuk mendapatkan informasi lebih lengkap mengenai jasa/produk kami.

× Bisa Chat dengan kami